torangmsirait.com

Belajar Hidup Benar & Manfaatkan Kasih Karunia Tuhan

Yesus Jesus


Jesus:

1.   Mempelai Pria Surga (Heavenly Bridegroom)

2.   Juruselamat (Saviour)

3.   Raja Segala raja (King of kings)

4.   Tuhan Segala tuhan (Lord of lords)

5.   Kasih (Love)

6.   Gembala Agung (Great Shepherd)

7.   Imam Besar Agung (Great High Priest)

8.   Terang (Light)

9.   Garam (

10. Roti Surgawi (Heavenly Bread)

11. Hamba (Humble)

12. Anak Allah (Son of God)

13. Anak Manusia (Son of Man)

14. Yang Awal (Alfa)

15. Yang Akhir (Omega)

16. Anak Domba Allah (Lamb of God)

17. Pengantara

18. Tabernakel (Tabernacle)

19. Tuhan nya Israel (The God of Israel)

20. Tuhan Satu-satunya (The One God)

21. Kristus (Christ)

22. Mesias (Mesiah)

23. Immanuel (God with Us)

24. Pencipta (Creator)

25. Yang Maha Kuasa (The Almighty God)

26. Yang Setia dan Yang Benar (Faithfull and True)

27. Penebus (Deliverer)

28. Hakim (Judge)

29. Saksi yang setia (The trusty and faithful and true Witness)

30. Amin (Amen)

to be continued

Kawin-Cerai, Bolehkah?


Pertahankan Kesucian Hidup Nikah.

Maleakhi 2:16a Sebab Aku membenci perceraian, firman TUHAN, Allah Israel.

Tanya-1

Bagaimana jika seorang suami/istri ingin cerai?

Jawab-1

(11) Lalu kata-Nya kepada mereka: “Barangsiapa menceraikan isterinya lalu kawin dengan perempuan lain, ia hidup dalam perzinahan terhadap isterinya itu. (12) Dan jika si isteri menceraikan suaminya dan kawin dengan laki-laki lain, ia berbuat zinah.” (Markus 10:11-12)

Jadi sebenarnya tidak ada ijin untuk bercerai. Maukah kita hidup dalam zinah selama sisa hidup kita karena telah menceraikan istri/suami yang dulu kita telah mengikat janji dengannya? Tentu tidak!!!

Tanya-2

Bagaimana jika akhirnya jika suami/istri bercerai? Mungkin karena perkara sepele seperti: tidak ada kecocokan lagi, dll seperti yang diungkapkan banyak artis.

Ini artinya perceraian tersebut adalah keputusan mereka sendiri, bukan kehendak Tuhan.

Jawab-2a

(10) Kepada orang-orang yang telah kawin aku–tidak, bukan aku, tetapi Tuhan–perintahkan, supaya seorang isteri tidak boleh menceraikan suaminya.(11) Dan jikalau ia bercerai, ia harus tetap hidup tanpa suami atau berdamai dengan suaminya. Dan seorang suami tidak boleh menceraikan isterinya. (1Korintus 7:10-11)

Tetap saja Tuhan tidak mengizinkan perceraian, namun jika keputusan manusia itu (suami/istri) sendiri mau cerai, Tuhan perintahkan:

1. Ia harus hidup tanpa suami/istri (hidup sendiri),atau

2. Ia harus berdamai dengan istri/suaminya (akur kembali).

Jawab-2b

(18) Setiap orang yang menceraikan isterinya, lalu kawin dengan perempuan lain, ia berbuat zinah; dan barangsiapa kawin dengan perempuan yang diceraikan suaminya, ia berbuat zinah.” (Lukas 16:18)

Tanya-3

Bagaimana jika istri/suami kedapatan berzinah dengan diperkuat oleh 2,3 orang saksi?

Jawab-3

(9) Tetapi Aku berkata kepadamu: Barangsiapa menceraikan isterinya, kecuali karena zinah, lalu kawin dengan perempuan lain, ia berbuat zinah.” (Matius 19:9). Ini berlaku sebaliknya.

Jangan sembarangan mengatakan istri/suami telah berbuat zinah, hanya untuk meloloskan keinginannya kawin lagi, Tuhan melihat perbuatan kita.

BONUS

 (18) TUHAN Allah berfirman: “Tidak baik, kalau manusia (Adam) itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia.” (21) Lalu TUHAN Allah membuat manusia itu tidur nyenyak; ketika ia tidur, TUHAN Allah mengambil salah satu rusuk dari padanya, lalu menutup tempat itu dengan daging. (22) Dan dari rusuk yang diambil TUHAN Allah dari manusia itu, dibangun-Nyalah seorang perempuan (Hawa), lalu dibawa-Nya kepada manusia itu. (23) Lalu berkatalah manusia itu: “Inilah dia, tulang dari tulangku dan daging dari dagingku. Ia akan dinamai perempuan, sebab ia diambil dari laki-laki.” (24) Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging. (Kejadian 2;18, 21-24)

 (6) Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan s 7atu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia.” (Matius 19;6)

 (2b) baiklah setiap laki-laki mempunyai isterinya sendiri dan setiap perempuan mempunyai suaminya sendiri.

 3) Hendaklah suami memenuhi kewajibannya terhadap isterinya, demikian pula isteri terhadap suaminya. (4) Isteri tidak berkuasa atas tubuhnya sendiri, tetapi suaminya, demikian pula suami tidak berkuasa atas tubuhnya sendiri, tetapi isterinya. (1Korintus 7:2b-4)

 (4) Hendaklah kamu semua penuh hormat terhadap perkawinan dan janganlah kamu mencemarkan tempat tidur, sebab orang-orang sundal dan pezinah akan dihakimi Allah. (Ibrani 13:4)

Jadi, dalam iman yang benar tidak ada peluang untuk kawin dua, tiga atau lebih seperti yang diingin-inginkan banyak pezinah.

Rambu Jalan


Rambu Jalan

Dalam hidup juga ada rambu-rambunya, yaitu Firman Allah Yang Hidup.

Makan Darah, Bolehkah?


Masih banyak orang yang mengkonsumsi darah binatang dan menganggap darah itu sebagai makanan. Terutama di daerah asal saya, darah masih menjadi makanan tradisional. Ini disebabkab karena tradisi dari nenek moyang yang masih melekat kental dalam kehidupan sehari-hari.

Ada beberapa contoh makanan khas yang dilumuri darah binatang yang dipotong tersebut, seperti:

1. Saksang namargota

2. Ayam gota

3. dll,  na margota.

Tradisi ini masih lestari sampai saat ini, tetapi pengaruh kekristenan akhir-akhir ini mulai menjalar sehingga dalam setiap kegiatan (pesta nikah, acara punguan) makanan saksang menjadi dua: yaitu saksang namargota (pakai darah) dan saksang na so margota (tidak pakai darah).

Lantas, what do I do?

Firman Tuhan mengatakan:

1. Kejadian 9:3-4

(3) Segala yang bergerak, yang hidup, akan menjadi makananmu. Aku telah memberikan semuanya itu kepadamu seperti juga tumbuh-tumbuhan hijau.(4) Hanya daging yang masih ada nyawanya, yakni darahnya, janganlah kamu makan.

Ketika hanya tersisa delapan (8) orang di bumi setelah air bah itu, Tuhan berbicara kepada Nabi Nuh bahwa segala yang bergerak dan hidup boleh dimakan. Pada saat itu belum ada hukum seperti: Taurat atau Injil. Tapi ingat, darah jangan dimakan!

2. Imamat 3:17
(17) Inilah suatu ketetapan untuk selamanya bagi kamu turun-temurun di segala tempat kediamanmu: janganlah sekali-kali kamu makan lemak dan darah.”

Pada saat itu bangsa Israel telah memiliki hukum, yaitu Taurat.  Yang melanggar hukum Taurat jelas hukumannya. Tetapi Tuhan tetap saja melarang manusia makan darah. Baca juga:  Imamat 7:26-27, Imamat 17:10, Imamat 17:12-14, Imamat 19:26, Ulangan 12:16, Ulangan 12:23, Samuel 14:32-34, dll.

“Ah…itu kan ada di Perjanjian Lama, di Perjanjian Baru kan sudah beda”, kilah si Butet. Baiklah kita bahas di:

3. Kisah Para Rasul 15:19-20
(19) Sebab itu aku berpendapat, bahwa kita tidak boleh menimbulkan kesulitan bagi mereka dari bangsa-bangsa lain yang berbalik kepada Allah,(20) tetapi kita harus menulis surat kepada mereka, supaya mereka menjauhkan diri dari makanan yang telah dicemarkan berhala-berhala, dari percabulan, dari daging binatang yang mati dicekik dan dari darah.

Kalau kita menarik garis lurus dari zaman Nabu Nuh sampai zaman Rasul Paulus sudah ribuan tahun lamanya. Era Allah Bapa, Allah Anak dan Allah Roh dalam berkarya sudah berjalan tetapi yang namanya darah binatang tetap saja gak boleh dimakan. Dan yang disampaikan Rasul Paulus adalah keputusan Roh Kudus.

4. Kisah Para Rasul 15:28-29 dan Kisah Para Rasul 21:25

(28) Sebab adalah keputusan Roh Kudus dan keputusan kami, supaya kepada kamu jangan ditanggungkan lebih banyak beban dari pada yang perlu ini:(29) kamu harus menjauhkan diri dari makanan yang dipersembahkan kepada berhala, dari darah, dari daging binatang yang mati dicekik dan dari percabulan. Jikalau kamu memelihara diri dari hal-hal ini, kamu berbuat baik. Sekianlah, selamat.”

Kita sudah sepakat bahwa kita tidak boleh mendukakan Roh Kudus, Efesus 4:30.

“Ah…tidak tahukah kamu bahwa segala sesuatu yang masuk ke dalam mulut turun kedalam perut lalu dibuang ke jamban”, kilah si Usok.

Ia menyatakan bahwa segala sesuatu boleh dimakan, tidak masalah, sekalipun itu darah binatang, semuanya cuma berakhir di jamban.

Memang dalam Markus 7:19 Tuhan Yesus mengatakan:

(19) karena bukan masuk ke dalam hati tetapi ke dalam perutnya, lalu dibuang di jamban?” Dengan demikian Ia menyatakan semua makanan halal.

Tetapi perhatikanlah, Tuhan telah menyatakan bahwa darah bukanlah makanan tetapi NYAWA!

Jika ada firman Tuhan “Jangan membunuh!”, kita pasti mau taat menjalaninya, sebab selain berdosa kita juga ditangkap pak polisi. Jika ada firman Tuhan “Jangan makan darah!”, sebagian kecil orang melakukannya, sebagian lagi tidak mengerti, sebagian lagi tidak perduli. Lantas bagaimana?

Janganlah firman yang satu kita taati dan firman yang lain kita abaikan hanya untuk meluluskan keinginan hati kita. Baca: Yakobus 2:10, Lukas 11:42.

Yakobus 2:10  (10) Sebab barangsiapa menuruti seluruh hukum itu, tetapi mengabaikan satu bagian dari padanya, ia bersalah terhadap seluruhnya.

Jika ada yang kepengen makan darah, perbuatlah ini:

5. Yohanes 6:53-58

(53) Maka kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jikalau kamu tidak makan daging Anak Manusia dan minum darah-Nya, kamu tidak mempunyai hidup di dalam dirimu.

(54) Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia mempunyai hidup yang kekal dan Aku akan membangkitkan dia pada akhir zaman.

Sel Darah Manusia

Sel Darah Merah Manusia

(55) Sebab daging-Ku adalah benar-benar makanan dan darah-Ku adalah benar-benar minuman.

(56) Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia.

(57) Sama seperti Bapa yang hidup mengutus Aku dan Aku hidup oleh Bapa, demikian juga barangsiapa yang memakan Aku, akan hidup oleh Aku.

(58) Inilah roti yang telah turun dari sorga, bukan roti seperti yang dimakan nenek moyangmu dan mereka telah mati. Barangsiapa makan roti ini, ia akan hidup selama-lamanya.”

Yesus telah menjadi Anak Domba Allah dan darah-Nya telah tercurah di kalvari untuk kita semua.

Yesus-lah roti hidup itu, Roti Hidup = Firman Allah.

Masih maukah kita makan darah binatang???

Kalau kita ikuti tradisi nenek moyang kita mungkin enak makan makanan yang dicampur darah, tetapi jika kita sudah menjadi kristen apakah kita masih mau makan darah?  Segala perbuatan kita selama hidup akan kita pertanggung jawabkan dihadapan pengadilan Kristus yang firman-Nya kita percaya menjadikan kita kristen.

Mampukah kita mengelak, berkilah atau mengatakan belum ada yang memberitahu aku? 

Post Navigation

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

%d blogger menyukai ini: