torangmsirait.com

Belajar Hidup Benar & Manfaatkan Kasih Karunia Tuhan

Makan Darah, Bolehkah?


Masih banyak orang yang mengkonsumsi darah binatang dan menganggap darah itu sebagai makanan. Terutama di daerah asal saya, darah masih menjadi makanan tradisional. Ini disebabkab karena tradisi dari nenek moyang yang masih melekat kental dalam kehidupan sehari-hari.

Ada beberapa contoh makanan khas yang dilumuri darah binatang yang dipotong tersebut, seperti:

1. Saksang namargota

2. Ayam gota

3. dll,  na margota.

Tradisi ini masih lestari sampai saat ini, tetapi pengaruh kekristenan akhir-akhir ini mulai menjalar sehingga dalam setiap kegiatan (pesta nikah, acara punguan) makanan saksang menjadi dua: yaitu saksang namargota (pakai darah) dan saksang na so margota (tidak pakai darah).

Lantas, what do I do?

Firman Tuhan mengatakan:

1. Kejadian 9:3-4

(3) Segala yang bergerak, yang hidup, akan menjadi makananmu. Aku telah memberikan semuanya itu kepadamu seperti juga tumbuh-tumbuhan hijau.(4) Hanya daging yang masih ada nyawanya, yakni darahnya, janganlah kamu makan.

Ketika hanya tersisa delapan (8) orang di bumi setelah air bah itu, Tuhan berbicara kepada Nabi Nuh bahwa segala yang bergerak dan hidup boleh dimakan. Pada saat itu belum ada hukum seperti: Taurat atau Injil. Tapi ingat, darah jangan dimakan!

2. Imamat 3:17
(17) Inilah suatu ketetapan untuk selamanya bagi kamu turun-temurun di segala tempat kediamanmu: janganlah sekali-kali kamu makan lemak dan darah.”

Pada saat itu bangsa Israel telah memiliki hukum, yaitu Taurat.  Yang melanggar hukum Taurat jelas hukumannya. Tetapi Tuhan tetap saja melarang manusia makan darah. Baca juga:  Imamat 7:26-27, Imamat 17:10, Imamat 17:12-14, Imamat 19:26, Ulangan 12:16, Ulangan 12:23, Samuel 14:32-34, dll.

“Ah…itu kan ada di Perjanjian Lama, di Perjanjian Baru kan sudah beda”, kilah si Butet. Baiklah kita bahas di:

3. Kisah Para Rasul 15:19-20
(19) Sebab itu aku berpendapat, bahwa kita tidak boleh menimbulkan kesulitan bagi mereka dari bangsa-bangsa lain yang berbalik kepada Allah,(20) tetapi kita harus menulis surat kepada mereka, supaya mereka menjauhkan diri dari makanan yang telah dicemarkan berhala-berhala, dari percabulan, dari daging binatang yang mati dicekik dan dari darah.

Kalau kita menarik garis lurus dari zaman Nabu Nuh sampai zaman Rasul Paulus sudah ribuan tahun lamanya. Era Allah Bapa, Allah Anak dan Allah Roh dalam berkarya sudah berjalan tetapi yang namanya darah binatang tetap saja gak boleh dimakan. Dan yang disampaikan Rasul Paulus adalah keputusan Roh Kudus.

4. Kisah Para Rasul 15:28-29 dan Kisah Para Rasul 21:25

(28) Sebab adalah keputusan Roh Kudus dan keputusan kami, supaya kepada kamu jangan ditanggungkan lebih banyak beban dari pada yang perlu ini:(29) kamu harus menjauhkan diri dari makanan yang dipersembahkan kepada berhala, dari darah, dari daging binatang yang mati dicekik dan dari percabulan. Jikalau kamu memelihara diri dari hal-hal ini, kamu berbuat baik. Sekianlah, selamat.”

Kita sudah sepakat bahwa kita tidak boleh mendukakan Roh Kudus, Efesus 4:30.

“Ah…tidak tahukah kamu bahwa segala sesuatu yang masuk ke dalam mulut turun kedalam perut lalu dibuang ke jamban”, kilah si Usok.

Ia menyatakan bahwa segala sesuatu boleh dimakan, tidak masalah, sekalipun itu darah binatang, semuanya cuma berakhir di jamban.

Memang dalam Markus 7:19 Tuhan Yesus mengatakan:

(19) karena bukan masuk ke dalam hati tetapi ke dalam perutnya, lalu dibuang di jamban?” Dengan demikian Ia menyatakan semua makanan halal.

Tetapi perhatikanlah, Tuhan telah menyatakan bahwa darah bukanlah makanan tetapi NYAWA!

Jika ada firman Tuhan “Jangan membunuh!”, kita pasti mau taat menjalaninya, sebab selain berdosa kita juga ditangkap pak polisi. Jika ada firman Tuhan “Jangan makan darah!”, sebagian kecil orang melakukannya, sebagian lagi tidak mengerti, sebagian lagi tidak perduli. Lantas bagaimana?

Janganlah firman yang satu kita taati dan firman yang lain kita abaikan hanya untuk meluluskan keinginan hati kita. Baca: Yakobus 2:10, Lukas 11:42.

Yakobus 2:10  (10) Sebab barangsiapa menuruti seluruh hukum itu, tetapi mengabaikan satu bagian dari padanya, ia bersalah terhadap seluruhnya.

Jika ada yang kepengen makan darah, perbuatlah ini:

5. Yohanes 6:53-58

(53) Maka kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jikalau kamu tidak makan daging Anak Manusia dan minum darah-Nya, kamu tidak mempunyai hidup di dalam dirimu.

(54) Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia mempunyai hidup yang kekal dan Aku akan membangkitkan dia pada akhir zaman.

Sel Darah Manusia

Sel Darah Merah Manusia

(55) Sebab daging-Ku adalah benar-benar makanan dan darah-Ku adalah benar-benar minuman.

(56) Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia.

(57) Sama seperti Bapa yang hidup mengutus Aku dan Aku hidup oleh Bapa, demikian juga barangsiapa yang memakan Aku, akan hidup oleh Aku.

(58) Inilah roti yang telah turun dari sorga, bukan roti seperti yang dimakan nenek moyangmu dan mereka telah mati. Barangsiapa makan roti ini, ia akan hidup selama-lamanya.”

Yesus telah menjadi Anak Domba Allah dan darah-Nya telah tercurah di kalvari untuk kita semua.

Yesus-lah roti hidup itu, Roti Hidup = Firman Allah.

Masih maukah kita makan darah binatang???

Kalau kita ikuti tradisi nenek moyang kita mungkin enak makan makanan yang dicampur darah, tetapi jika kita sudah menjadi kristen apakah kita masih mau makan darah?  Segala perbuatan kita selama hidup akan kita pertanggung jawabkan dihadapan pengadilan Kristus yang firman-Nya kita percaya menjadikan kita kristen.

Mampukah kita mengelak, berkilah atau mengatakan belum ada yang memberitahu aku? 

Iklan

Single Post Navigation

One thought on “Makan Darah, Bolehkah?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: